Blogger Itu “Evil” Kata Sang Pakar

Kemarin baca salah satu post di blognya Budi Rahardjo mengenai rencana sensor internet di Indonesia. Hari ini seorang teman menge-buzz via YM (yup, memang ada buzz via MSN? GTalk?) soal pendapat Roy Suryo supaya rencana sensor internet atau lebih tepatnya pengeblokan situs porno bisa lebih efektif. Bisa anda baca lebih lanjut di sini.

Untuk memblokir situs porno secara teknis, menurut dia pemerintah dapat menempuh dua metode atau dua sistem, yakni dari hulu dan hilir. Di bagian hulu, kata dia, pemerintah harus memiliki kebijakan yang mewajibkan akses internet melalui satu provider resmi, dan harus dikenai pajak. “Dengan metode ini, kontrol dari pemerintah akan lebih mudah dilakukan, karena semua dapat terpantau,” katanya. Melalui sistem tersebut, kata Roy, apabila ada pelanggaran dapat segera diketahui dan bisa segera diblokir.

Hmmmm…. kok jadi berbau monopoli (single provider?)

Sedangkan di bagian hilir, pemerintah harus meningkatkan pendidikan terhadap masyarakat, sehingga dalam diri masyarakat muncul perlawanan yang menentang segala tindakan yang merugikan masyarakat seperti penyebaran pornografi dan informasi yang menyesatkan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meski telah memiliki undang-undang, yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan ada perlawanan dari para ’blogger’ dan ’hacker’ yang biasanya akan mengganggu sistem pemblokiran tersebut.

Meningkatkan pendidikan memang penting. Bahkan tanpa nasihat dari Om Roy pun pemerintah tetap harus melaksanakannya. It’s obvious.

Yang menarik pernyataannya mengenai blogger dan hacker yang kemungkinan akan jadi pengganggu. Jadi sebenarnya yang menyesatkan itu blogger atau …….. (isi ……. dengan jawaban yang tepat). Sebesar itukah kebenciannya terhadap blogger? Mungkin karena pernyataan-pernyataannya yang sering “aneh” dan mungkin ” 68% tidak benar” sering dikritik oleh blogger.

Quote dari post Budi Rahardjo :

Melakuan filtering terhadap konten pornografi membutuhkan sumber daya (manusia, computing, dll.) yang sangat besar. Sayang sekali. Seharusnya sumber daya ini bisa digunakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas internet Indonesia dulu. Lihat saja, memberangus tabloid atau majalah yang bernuansa pornografi (yang jumlahnya lebih sedikit dari situs internet dan juga lokasi fisiknya sangat jelas) Pemerintah masih belum mampu. Apalagi ini yang berada di dunia maya?

*** Update ***
Lagi-lagi beliau mencantumkan blogger sebagai orang-orang yang mungkin berencana menggagalkan rencana pemerintah. Jadi berkesan menghasut, memberi kesan blogger dan hacker itu jahat. Menyesatkan?

“Kita arahkan internet kembali ke kit’ahnya yang memberi manfaat. Sehingga orang tidak takut mengakses internet dengan adanya UU ITE. Walaupun, blogger atau hacker pasti masih akan tetap ada,” pungkas dia.

4 thoughts on “Blogger Itu “Evil” Kata Sang Pakar”

  1. @fuad1847 : bukan terbebas dalam artian semua hal-hal porno dihilangkan/dihapus. Sepertinya susah untuk dihapus/dihilangkan, karena itu sudah menjadi naluri dasar manusia.
    Mungkin lebih tepat jika dibatasi pengaksesnya, bisa dibatasi dari segi usia. Untuk yang usianya sudah “cukup” atau dewasa, menurut saya sah-sah saja jika mengakses konten-konten yang berbau p0rn0grafi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s