NUSA, type oriented programming language

Kemarin saya sempat membaca artikel di PCMedia mengenai bahasa pemrograman NUSA, yang dikembangkan oleh orang Indonesia (Bernaridho).  Anda bisa liat detailnya di websitenya.

Anda akan menjumpai beberapa tulisan yang menunjukkan kelebihan NUSA dibanding bahasa pemrograman yang populer sekarang (Pascal, C dan C#).  Saya melihat kelebihan NUSA yang ditonjolkan adalah kemudahannya, dicontohkan betapa mudahnya untuk membuat program Hello World !! seperti berikut :

void main()

{

writeline (‘Hello’);

}

Terlihat mudah dan sederhana.  Bandingkan dengan C# berikut :

using System;

namespace Hello

{

class Program

{

static void Main(string[] args)

{

Console.WriteLine (“Hello”);

}

}

}

Memang dalam contoh tersebut terlihat betapa mudahnya menggunakan bahasa pemrograman NUSA dibanding dengan C#.  Tapi apakah hal tersebut (kemudahan dan kesederhanaan) itu bisa tetap dipertahankan untuk membuat aplikasi yang lebih kompleks ? Apakah bahasa pemrograman NUSA bisa digunakan untuk membuat program-program yang skalanya lebih besar? lebih kompleks ? Maksud saya, kita tidak berhenti hanya pada membuat program Hello World saja kan ?

Sampai mereka memberikan contoh penggunaan bahasa NUSA untuk aplikasi yang lebih kompleks, kok saya masih ragu ya ?

13 thoughts on “NUSA, type oriented programming language”

  1. @yohanes : terima kasih atas info anda. Saya sudah membaca tulisan anda. Ada beberapa konsep yang belum saya pahami, sepertinya saya perlu baca-baca lebih dulu sebelum mengomentari tulisan anda tersebut. 8)

    Mr. Bernaridho, prove us wrong !! Ayo, anda bisa membuat bahasa pemrograman yang anda impikan itu.

  2. Rasanya sulit berharap banyak dari Nusa ini. Konsepnya yang tidak jelas dan implementasi yang tidak kunjung selesai membuat saya sangat meragukan Nusa. Mudah-mudahan Nusa tidak memakan “korban”…

  3. Saya baru saja hari ini membaca kritikan dari saudara Yohanes Nugroho, dan tentu saja membaca juga di website bapak bernaridho sendiri untuk melihat secara langsung mana sih Nusa itu, ternyata Nusa itu kelanjutan dari Batak yang berubah nama ya ? Soalnya bbrp tahun lalu saya sempat melihat spec awalnya di Ilmukomputer kalo tidak salah (waktu masih kuliah), sekilas mirip sekali dengan pascal, jadi tidak terlalu saya pikirkan, toh pada saat itu masih tahap spec, belum ada implementasi kalo tidak salah. Tapi setelah membaca tadi di websitenya di artikel yang mengkomparasi Nusa dengan bahasa lain (C pada artikel pertama & C# pada artikel kedua), kok saya malah jadi miris liatnya ya ? Saya sangat mendukung bang berna dalam membuat bahasa Nusa ini, tapi kok dari yang saya baca pada Artikel pertama, Nusa hanya menambahkan bbrp keyword untuk memperjelas pembagian modul dan bbrp hal seperti scoping variable yang lebih strict untuk setiap modul, etc yang menurut saya sudah banyak diimplementasikan di bahasa-bahasa modern, bahkan yang non compiled, sehingga kok sangat “jadul” sekali komparasi begini ? Saya tidak melihat ada hal baru yang membuat Nusa worth it untuk dicoba, setidaknya sejauh artikel yang bang berna coba jual (dalam artian promosikan kepada calon usernya), pada artikel kedua bang berna menunjukkan kesederhanaan dan kemudahan Nusa dibanding C#, yang ini saya lebih miris lagi, kok sangat naif sekali membandingkan hanya sebatas contoh progam “hello world”, kalolah hanya itu yang bisa ditunjukan Nusa tentang kesederhanaan, ada banyak bahasa lain yang bisa membuat hello world hanya dalam 1 baris. Intinya semoga Nusa bisa benar-benar menjadi bahasa pemprograman revolusioner, seperti yang bang berna sendiri katakan bbrp kali di websitenya bahwa mungkin hanya dia yang berusaha mengajarkan programming dengan cara yang dicurahkannya dalam Nusa di dunia ini. Dan bukan hanya teknologi lama yang di branding dengan “Made in Indonesia”. Dan tentu saja, semoga apabila nanti sudah diimplementasikan dengan sempurna, specnya dibuka ke khalayak umum rakyat Indonesia ini.

  4. @bernaridho : saya sudah baca. Saya anjurkan juga pembaca blog ini untuk membaca tulisan tersebut. Saya tidak mempermasalahkan apakah nantinya spesifikasi program anda akan dibuka ke publik, apakah akan gratis atau berbayar. Ya itu semua terserah anda.

    Saya hanya tergelitik saja saat anda mempromosikan bahwa bahasa pemrograman NUSA jauh lebih mudah dibanding bahasa pemrograman lainnya. Anda juga menuliskan bahwa NUSA lebih hebat dibanding bahasa pemrograman yang sekarang ini banyak digunakan. Jika anda berani berkata begitu, tentu anda punya buktinya. Contoh Hello World sepertinya kurang mewakili kehebatan NUSA. Ini menurut pendapat saya pribadi dari pengamatan secara sekilas karena saya juga tidak tahu bagaimana detail dan spesifikasi lengkap NUSA.

    Saya sudah pernah menulis di komentar sebelumnya,
    “Mr. Bernaridho, prove us wrong !! Ayo, anda bisa membuat bahasa pemrograman yang anda impikan itu”

  5. tidak kah terlalu berlebihan membandingkan Nusa dengan bahasa2 pemrograman yang telah sangat matang seperti C, C++, JAVA, C#, Pascal dan sebagainya. Bahasa pemrograman yang di bandingkan dengan Nusa jelas telah memiliki reputasi dalam pengembangan sistem yang sangat kompleks.
    Saya tidak menyukai pendapat bung Bernaridho terhadap para pengembang bahasa2 pemrogram tersebut. Anda terlalu underestimated, dan anda juga overestimated terhadap karya anda sendiri. Terlebih lagi perbandingan yang dibuat hanya lah dalam pembuatan aplikasi sederhana Helo World.

  6. Saya penggemar elektronika, biasa saya pake bahasa C atau BASIC untuk memprogram IC ( mikrokontroler 8051 ) dan mengaplikasikannya ke proyek2 sederhana saya seperti pengendali lampu lalu lintas dan lainnya,
    pertanyaan buat Pengembang NUSA :
    -Bisakah bahasa NUSA di implementasikan ke hardware seperti halnya Bahasa C dan BASIC …?

    saya berharap pengembang NUSA ( …tidak sendirian…) meski pengembang pengen bahasa NUSA tetep close source,
    Kalo proyek NUSA mau modal yach ikutan saja google ADSENSE…. khan meski sedikit dapat dana…..
    ……….maju terus NUSA dan pak Bernaridho ……

  7. Ya, saya lihat Anda semua hanya bisa mengkritik..sekarang bagaimana kita semua dapat bersaing di kancah global, kalau dari langkah awal para brilian yang mencoba untuk membuat sesuatu yang baik, Anda semua sudah menjegalnya???

    Mindset Anda semua saya pikir harus diubah. Kenapa tidak membantu Bang Ridho? Kenapa malah mengkritik tanpa adanya sebuah pemikiran konstruktif?

    1. @Tony : artikel ini sudah saya tulis dua tahun yang lalu, komentar-komentar sebelum anda juga sudah dua tahun yang lalu.

      sebaiknya anda membaca lagi tulisan saya beserta komentar-komentar di sini dengan lebih cermat lagi, saya yakin anda tidak akan menemukan satu bagian pun di mana saya mencoba menjegal perkembangan NUSA. Anda juga perlu membaca artikel yang ditulis oleh Yohanes Nugroho pada alamat berikut :http://tinyhack.com/kritiknusa.html

      Mengenai nasionalisme (“sekarang bagaimana kita semua dapat bersaing di kancah global, kalau dari langkah awal para brilian yang mencoba untuk membuat sesuatu yang baik, Anda semua sudah menjegalnya”) yang anda utarakan, sepertinya tidak relevan. Silahkan baca dengan teliti artikel yang ditulis oleh Yohanes Nugroho.

      satu hal lagi, artikel ini saya tulis tahun 2008, setelah dua tahun ini, sudah sejauh mana perkembangan dari NUSA?

      saya pikir diskusi mengenai jegal-menjegal ini diakhiri saja dan tidak perlu diungkit-ungkit kembali karena tulisan ini sudah lama sekali🙂

  8. halaaaaa,,,,sudahlahh,,,orang ambisius seperti anda(Bernaridho) bakal jatuh kok.
    anda tau,,anda boleh pintar, tapi itu tidak menjamin bahasa ciptaan anda yang katanya lebih bagus daripada bhs C, java, akan dipakai.
    tipikal anda yg sombong, dan susah dimengerti, membuat ‘ciptaan’ anda susah dicerna..
    jadi jangan bermimpi untuk bisa jadikan NUSAPTEL untuk dijadikan bhasa setaraf JAVA dan C.

    jangan bermimpi terlalu jauh bos.
    urus tu anak dan istri!

    dan lagi..
    anda belajarlah bgmna menerima K.R.I.T.I.K dan S.A.R.A.N
    kasian orang yang sudah ikut mengkritik anda,,dah korbankan waktu untuk membahas ‘ciptaan’ anda.
    setidaknya, mereka butuh D.I.H.A.R.G.A.I

    think about it

  9. @bernard_the_bear: iya2… sya setujua dg anda… dan bila anda berkata:
    “anda belajarlah bgmna menerima K.R.I.T.I.K dan S.A.R.A.N
    kasian orang yang sudah ikut mengkritik anda,,dah korbankan waktu untuk membahas ‘ciptaan’ anda.
    setidaknya, mereka butuh D.I.H.A.R.G.A.I”, mungkin bernaridho akan menjawab:
    “(A) Saya TAK BUTUH PENGAKUAN ANDA TENTANG NUSA.
    (B) Ketidaksopanan Anda membuat saya bertanya: mungkin Anda memang TIDAK
    DIDIDIK DENGAN BAIK OLEH ORANG TUAN ANDA.” , wkwkwk…

    udahalah kk, orang kaya gitu ngga usah dikritik, diberi saran, tapi diemin aja, nanti juga “hilang dari peradaban” sendiri, sya sih merasa aneh aja… kok ada ya orang kaya bernaridho, minta dihormati dan dihargai, tapi ngga mau melakukan sebaliknya… (saya sudah baca semua tulisan dan komen dia (bernaridho) di situsnya, di situs lain, dll)… dan paling2 si bernaridho akan menjawab komen saya:
    “mana bukti dari tulisan saya yang tidak menhormati dan menghargai orang lain? saya tidak pernah menulisnya…!!!”

    wkwkwk

    nb: saya mengutip kata2 si bernaridho di sini: http://www.gamedevid.org/forum/archive/index.php?t-6956.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s