Software piracy does hurts the open source community !!

Hari ini saya tersentak saat membaca salah satu artikel di downloadsquad mengenai apakah pembajakan software itu sebenarnya mengancam dan melukai komunitas open source.  Jawaban saya, yes, it does !!.

Saya tertarik untuk berkomentar karena kebetulan saat ini saya tinggal di satu-satunya kota di Indonesia (CMIIW) yang sangat mudah untuk mendapatkan software bajakan.  Anda yang tinggal di Jakarta mungkin protes, di “Jakarta juga mudah, tinggal beli saja di Glodok”.  Wew… di Jogja sini tidak perlu membeli.  Hanya dengan uang Rp. 1500 – Rp. 5000 kita bisa menyewa (ya benar saudara-saudara sekalian…. menyewa) dan tidak perlu membeli.

Anda ingin mendengarkan lagu manca/persada yang sedang hits saat ini ?  Biaya sewa 1 CD MP3 hanya Rp. 1000 – Rp. 1500, anda bisa mendapatkan sekitar 150 lagu dalam tiap kepingnya.  Begitu juga dengan game dan software.  Bahkan ada semacam lawakan yang tidak bermutu seperti : semua software harganya Rp. 2500 di Jogja !!

Lalu apa hubungan pembajakan software dengan komunitas open source ? Komunitas open source, dengan tagline andalannya : “Free software”, “gratis”, “legal” dan tagline lainnya susah sekali untuk bersaing dengan software-software proprietary seharga Rp. 2500 !!  Apalagi ditambah dengan software open source yang relatif susah pemakaiannya lebih karena faktor kurang familiar, tidak biasa menggunakan.

Ambil contoh OpenOffice.  Office suite ini gratis.. tis… tis.. (he he he… kaya iklan aja).  Tapi coba survey mahasiswa-mahasiswa yang sedang kuliah di Jogja, software office suite apa yang mereka gunakan ?  Saya berani memperkirakan lebih dari 80% menggunakan Microsoft Office ketimbang OpenOffice yang gratis.  Dari 80% pengguna Microsoft Office tadi, saya perkirakan 90%-nya menggunakan Microsoft Office Rp. 2500 alias bajakan !!.

Ok yuan, saya sudah mendapatkan gambaran mengenai tingginya tingkat pembajakan di Jogja.  Tapi apakah fakta tersebut berkaitan dengan proses “melukai” komunitas open source?  Jelas. Coba anda lihat lagi dari fakta office suite tadi.  Dengan tingkat penggunaan tinggi (walaupun sebagian besar bajakan) maka aplikasi Microsoft Office akan menjadi “standar”, patokan, bahwa itulah software office yang “terbaik” dan paling sesuai dengan kebutuhan.  Otomatis orang akan memandang OpenOffice dengan skeptis.  Apa fiturnya secanggih MS Office?  Apakah kompatibel format filenya?  Apakah OpenOffice bisa menampilkan gambar, chart dan obyek lainnya seperti MS Office?  Dan masih banyak pertanyaan lainnya, yang membandingkan fitur software “standar” dengan software alternatif dengan software “standar” sebagai patokan baku.

Bagaimana dengan anda ?  Apakah anda juga setuju bahwa pembajakan software akan menghambat gerakan open source?  Atau anda punya pendapat berbeda ?  Jangan sungkan untuk mengemukakan pendapat anda.

** Sampai hari ini saya masih hidup dalam kemunafikan.  Windows saya bajakan, masih memakai office 2003 bajakan, software development bajakan, dan masih banyak software bajakan.  Saya sedang berusaha mengurangi pemakaian software bajakan, dimulai dari yang kecil seperti MP3 Player, text file viewer, image viewer, dan banyak software “kecil-kecil” gratisan lainnya. **

3 thoughts on “Software piracy does hurts the open source community !!”

  1. Kita semua para alumni ‘sekolah IT’ harus menjadi leader dan contoh dalam menggunakan produk legal. Kita boleh tunjukkan kalau aplikasi gratis juga sangat bagus dan bila dibandingkan dengan produk berbayar, kita akan mendapat keuntungan ekonomis.
    Thanks for the article.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s