Kesibukan Baru, Semangat Baru

Hari ini merupakan hari yang istimewa untuk saya.  Hari ini saya akan memulai pekerjaan baru, yaitu sebagai trainer untuk belajar private.  Pekerjaan ini tidak asing bagi saya, selain profesi utama saya sebagai dosen, saya semasa kuliah juga beberapa kali pernah memberikan les untuk mahasiswa-mahasiswa yang kesulitan dalam materi-materi tertentu, terutama programming

Hari ini saya akan memberikan les 3 sesi, PHP (1 sesi) dan Java (2 sesi).  Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini, aku berjanji akan melakukan yang terbaik.

Sekalian iklan, anda butuh tutor untuk materi pemrograman? Saya dapat memberikan tutor untuk bahasa-bahasa pemrograman berikut :

  • PHP
  • Java
  • C#
  • C
  • Delphi/Pascal

Jika anda tertarik, silahkan hubungi saya 😀

Advertisements

Mengetuk Pintu Kebahagiaan

“When one door of happiness closes, another opens. But often we look so long at the closed door that we do not see the one which has been opened for us” – Helen Keller.

Beberapa hari belakangan ini saya sedang mengalami masalah.  Mungkin bisa dibilang salah satu pintu kebahagiaan saya sudah ditutup.  Bahkan sudah saya ketuk sekalipun pintu itu tidak terbuka.  Saya tidak mau menyalahkan siapa pun, biarlah saya salahkan diri sendiri.  Saya yang salah, mengapa pintu tersebut sampai tertutup, padahal sebelumnya sudah terbuka lebar, bahkan bisa dikatakan pintu tersebut terbuka dengan sendirinya.

Saya telah melakukan beberapa kesalahan, sehingga pintu tersebut kini sudah tertutup.  Diketuk juga tidak dibukakan lagi.  Yang hanya bisa saya lakukan sekarang hanyalah menyalahkan diri sendiri, “semua ini salahku”, “aku sudah bertindak bodoh”.

Sampai beberapa jam yang lalu saya teringat pada kalimat “indah pada waktuNya”.  Ya, waktu-nya Tuhan, bukan waktu kita.  Dikatakan Tuhan tidak memberikan apa yang kita harapkan, tapi Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan.  Rencana Tuhan adalah rencana terbaik untuk kita.

Saya sempat berpikir, apakah yang telah saya lakukan dan dapatkan merupakan rencana Tuhan?  Saya takut telah menyia-nyiakan pemberian Tuhan, justru pada waktu yang dianggap tepat oleh Tuhan.  Karena saya juga masih belum memahami kapankah saat yang disebut “waktuNya yang tepat”.

Satu kesalahan lagi, saya mengetuk “pintu” manusia, bukan “pintu” Tuhan.  Saya percaya bila mengetuk pintu Tuhan maka pasti akan dibukakan.  Sekarang saya sedang mengetuk pintu Tuhan. Pintu tersebut akan dibukakan oleh Tuhan untuk saya.  Jadi bila pintu kebahagiaan saya yang tadi sudah ditutup, pintu kebahagiaan lain akan terbuka.  Saya sampai saat ini masih bisa dikatakan masih memandangi pintu yang sudah tertutup tadi, berharap pintu tersebut dibukakan.  Saya masih berharap pintu tadi terbuka kembali.

Pergumulan saya, haruskah saya melupakan pintu yang tadi dan mulai berpaling pada pintu lain yang terbuka?  Bolehkah saya mengetuk pintu yang sudah tertutup tadi sambil berharap Tuhan akan menjadikan pintu tersebut terbuka kembali?

Acer Aspire 4730zg vs Asus K40IN

Bulan ini saya sepertinya akan membeli laptop.  Dana berkisar antara 5-7 juta.  Laptop yang saya inginkan minimal memiliki beberapa persyaratan berikut sesuai kebutuhan saya :

  • Memiliki VGA discrete (dari ATI atau NVIDIA, memorynya tidak shared dari memory system, dedicated)
  • Processor Dual Core sudah cukup. (seri Dual Core T4200)
  • Memory 4 GB (biasanya memory bawaan hanya 1 GB, saya berencana akan menambah hingga 4 GB)
  • Harddisk minimal 120 GB, lebih dari itu lebih baik
  • Layar 13″ ke atas, maksimal 14.5″, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
  • Konstruksi body meyakinkan (hmmm apa ya… sturdy?)
  • Batere minimal 1.5 jam dalam keadaan full load

Laptop ini akan saya gunakan untuk mengakses internet, multimedia, bermain game, programming, dsb (all round).

Dari pameran komputer bulan lalu dan beberapa review di internet, saya mengerucutkan pilihan pada 2 seri berikut : Acer Aspire 4730zg dan Asus K40IN. Saat ini saya masih membaca-baca review.  Barangkali ada di antara anda yang sudah menggunakan salah satu atau bahkan keduanya, saya mohon komentarnya di sini.  Jika anda punya rekomendasi merek dan seri lainnya, silahkan anda tuliskan di sini juga, sebagai bahan pembanding buat saya dan para pembaca lainnya.

Update 16 Juli 2009 :

Saya mendapatkan alternatif lain, yaitu HP Compaq CQ40-419TX dengan spesifikasi Processor Dual Core T4200, 1 GB DDR2 RAM, 250 GB HD, 14″, GeForce 103M 512 MB. Harganya sekitar 649$. Sepertinya ini bisa jadi alternatif menarik, karena Acer 4730zg sudah langka di pasaran, sudah masuk End Of Line alias discontinued.  Dari beberapa review, Compaq seri CQ40 ini agak susah untuk diinstall Windows XP karena hanya diberi driver untuk Windows Vista.  Anda sudah pernah pakai CQ40-419TX?

Update : saya sudah membeli Asus K40IN 😀

Yuk mulai menabung dan berinvestasi !

Karyawan Harus Nabung Biar Kaya

Info lengkap lihat di sini.

Tadi iseng-iseng buka websitenya Safir Senduk, PerencanaKeuangan.  Ada satu buku yang menarik perhatian saya.  Judulnya : “Karyawan Harus Nabung biar Makmur…!

Siapa yang tidak mau hidup makmur? walaupun ukuran kemakmuran setiap orang berbeda, tapi pada dasarnya setiap orang ingin mendapatkan kemakmuran.  Karena menurut saya pribadi, kemakmuran bisa membawa kebahagiaan (saya bilang bisa, bukan selalu).

Anda sudah baca buku ini? Apa komentar anda?

Sepertinya sore nanti saya akan berburu buku tersebut di toko buku Toga Mas atau Gramedia.