Mengetuk Pintu Kebahagiaan

“When one door of happiness closes, another opens. But often we look so long at the closed door that we do not see the one which has been opened for us” – Helen Keller.

Beberapa hari belakangan ini saya sedang mengalami masalah.  Mungkin bisa dibilang salah satu pintu kebahagiaan saya sudah ditutup.  Bahkan sudah saya ketuk sekalipun pintu itu tidak terbuka.  Saya tidak mau menyalahkan siapa pun, biarlah saya salahkan diri sendiri.  Saya yang salah, mengapa pintu tersebut sampai tertutup, padahal sebelumnya sudah terbuka lebar, bahkan bisa dikatakan pintu tersebut terbuka dengan sendirinya.

Saya telah melakukan beberapa kesalahan, sehingga pintu tersebut kini sudah tertutup.  Diketuk juga tidak dibukakan lagi.  Yang hanya bisa saya lakukan sekarang hanyalah menyalahkan diri sendiri, “semua ini salahku”, “aku sudah bertindak bodoh”.

Sampai beberapa jam yang lalu saya teringat pada kalimat “indah pada waktuNya”.  Ya, waktu-nya Tuhan, bukan waktu kita.  Dikatakan Tuhan tidak memberikan apa yang kita harapkan, tapi Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan.  Rencana Tuhan adalah rencana terbaik untuk kita.

Saya sempat berpikir, apakah yang telah saya lakukan dan dapatkan merupakan rencana Tuhan?  Saya takut telah menyia-nyiakan pemberian Tuhan, justru pada waktu yang dianggap tepat oleh Tuhan.  Karena saya juga masih belum memahami kapankah saat yang disebut “waktuNya yang tepat”.

Satu kesalahan lagi, saya mengetuk “pintu” manusia, bukan “pintu” Tuhan.  Saya percaya bila mengetuk pintu Tuhan maka pasti akan dibukakan.  Sekarang saya sedang mengetuk pintu Tuhan. Pintu tersebut akan dibukakan oleh Tuhan untuk saya.  Jadi bila pintu kebahagiaan saya yang tadi sudah ditutup, pintu kebahagiaan lain akan terbuka.  Saya sampai saat ini masih bisa dikatakan masih memandangi pintu yang sudah tertutup tadi, berharap pintu tersebut dibukakan.  Saya masih berharap pintu tadi terbuka kembali.

Pergumulan saya, haruskah saya melupakan pintu yang tadi dan mulai berpaling pada pintu lain yang terbuka?  Bolehkah saya mengetuk pintu yang sudah tertutup tadi sambil berharap Tuhan akan menjadikan pintu tersebut terbuka kembali?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s