Menaruh System Preferences di Menubar

Ada berapa langkah yang anda butuhkan untuk membuka setting Display pada System Preferences?

  1. Klik icon System Preferences di Dock
  2. Pilih Display
  3. Mulai mengubah setting Display

Langkah tersebut akan lebih panjang lagi jika anda tidak memasang aplikasi System Preferences pada Dock.  Berarti anda harus klik folder Application, lalu klik System Preferences, dan seterusnya.

Aplikasi MenuPrefs dibuat untuk memudahkan akses ke item-item yang ada pada System Preferences.  Aplikasi ini dapat diakses pada menubar.  Jadi untuk membuka setting Display langkahnya akan lebih mudah dan cepat.

Mengakses Display pada System Preferences melalui MenuPrefs

Anda dapat mendownload aplikasi ini dari iThink Software.  Gratis ! 🙂

iOS Tutorial 03 : Aplikasi UpDown

Selamat datang pada seri tutorial iOS yang ke-3.  Kali ini kita akan membuat aplikasi UpDown.  Aplikasi ini dapat digunakan untuk mencacah.  Selain mencacah naik (Up), aplikasi ini juga dapat mencacah mundur (Down).  Karena itulah aplikasi ini dinamakan UpDown 🙂

Pada tutorial kali ini yang akan dibahas antara lain :

  • Bagaimana menerima input (tap pada tombol)
  • Bagaimana melakukan perhitungan (Up atau Down) sesuai tombol yang ditekan
  • Bagaimana mengubah tampilan jumlah (pada label) sesuai dengan hasil cacahan sekarang

Continue reading iOS Tutorial 03 : Aplikasi UpDown

iOS Tutorial 02 : IBOutlet dan UISlider

Hari ini saya mencoba XCode 4.0.1 yang cukup impresif, terutama pada penggabungan Interface Builder dan Code Editor menjadi satu window.  Jauh lebih mudah karena tidak perlu lagi berganti window untuk desain interface dan menuliskan kode.

Pada tutorial ini saya akan membahas mengenai IBOutlet dan contoh penggunaan UISlider.  Apa itu IBOutlet? sebenarnya ini berkaitan dengan pattern MVC.  Perlu anda ketahui, iOS development menggunakan pattern MVC (Model View Controller).  Lalu apa hubungan IBOutlet dengan MVC?  Salah satu tugas Controller adalah mengatur jalur data dan respon dari Model dan View.  Misalnya saja pada View terdapat satu Label (untuk menampilkan teks).  Controller suatu saat ingin mengubah teks yang ditampilkan oleh label tersebut.  Pada saat seperti ini, Controller akan berkomunikasi dengan View menggunakan Object yang namanya IBOutlet.  Secara mudah, IBOutlet akan kita gunakan bila Controller kita ingin mengubah tampilan/nilai pada komponen yang ada pada View 🙂

Kasus yang akan saya bahas kali ini adalah pembuatan aplikasi Termometer.  KIra-kira berikut adalah tampilan dari program:

Continue reading iOS Tutorial 02 : IBOutlet dan UISlider

Mencoba XCode 4.0.1

Baru beberapa hari lalu Apple merilis update untuk XCode 4.0 dengan mengeluarkan versi 4.0.1.  Hari ini saya berkesempatan untuk mencobanya 🙂

Saat ini masih dalam tahap instalasi

Jika anda sudah pernah menginstall XCode 3, maka installer akan memindahkan instalasi XCode 3 ke folder /Developer-old.  XCode 4.0.1 akan diinstall di folder /Developer

Instalasi XCode yang lama akan dipindah ke folder Developer-old

Saya sudah pernah mengulas tentang XCode 4.0, tapi sampai saat ini saya sama sekali belum pernah mencobanya.  Setelah instalasi ini selesai, saya akan mengupdate tulisan ini 🙂

Instalasi pada kesempatan pertama gagal :(.  Saya mencoba menguninstall XCode 3.2.3 terlebih dahulu dengan menggunakan perintah ini :

sudo /Developer/Library/uninstall-devtools –mode=all

Setelah menguninstall XCode versi 3.2.3, berikutnya restart terlebih dahulu.  Setelah restart, saya mencoba kembali menginstall XCode 4.0.1.  Kali ini berhasil ! 🙂

Berikut adalah tampilan XCode 4.0.1

Tampilan interface editor dan code editor yang menjadi satu window

iPhone emulator sudah menggunakan skin iPhone 4 🙂

iOS Tutorial 01 : Mencoba fitur accelerometer

Untuk tutorial saya yang pertama ini, mari kita mencoba membuat aplikasi sederhana yang memanfaatkan fitur accelerometer.  Bagaimana jika gerakan device yang terdeteksi oleh sensor accelerometer kita manfaatkan untuk menampilkan warna?  Nantinya warna yang akan ditampilkan tergantung dari posisi device kita 🙂

Perlu anda ketahui, accelerometer pada iPhone/iPod dapat mendeteksi dalam 3 sumbu, yaitu sumbu x, sumbu y dan sumbu z seperti pada gambar berikut :

Sumbu x, sumbu y dan sumbu z

Dokumentasi lebih lengkap tentang accelerometer dapat anda baca pada dokumentasi yang disediakan oleh Apple.

Apa hubungan ketiga sumbu dengan warna? Ingat, warna RGB tersusun dari tiga komponen juga, yaitu Red, Green dan Blue.  Objective-C menyediakan class UIColor untuk merepresentasikan warna.  Kita dapat memanfaatkan class ini untuk membuat representasi warna RGB.  Masing-masing nilai R, G dan B akan kita dapatkan dari hasil membaca accelerometer pada sumbu x, sumbu y dan sumbu z.

Berikut adalah contoh pemakaian UIColor untuk membuat sebuah object warna :

[codesyntax lang=”objc”]

UIColor *currentColor = [UIColor colorWithRed:red green:green blue:blue alpha:1.0];

[/codesyntax]

Perhatikan, untuk menginisialisasi sebuah object UIColor kita membutuhkan 4 parameter, yaitu tingkat warna merah, warna hijau, warna biru dan opacity.  Nilai yang dapat diterima antara 0.0 sampai 1.0.

Kembali ke accelerometer.  Pembacaan accelerometer akan menghasilkan angka -1 sampai 1 untuk semua sumbunya.  Dari sini kita perlu merumuskan kaitan antara angka hasil pembacaan accelerometer dengan tingkat warna yang akan dihasilkan.  Untuk merubah pembacaan accelerometer menjadi angka representasi salah satu komponen warna (misalnya merah) dapat menggunakan rumus berikut :

nilai merah = (nilai sumbu x + 1) /2
nilai hijau = (nilai sumbu y + 1)/2
nilai biru = (nilai sumbu z + 1)/2

Ok, kita sudah merumuskan hubungan antara pembacaan nilai accelerometer dengan nilai-nilai warna.  Mari kita memulai pembuatan programnya.  Pertama kali tentu saja anda perlu membuka XCode.  Buat project baru, pilih View Based Application, lalu simpan dengan nama yColorMove (simpan pada tempat yang anda inginkan). Continue reading iOS Tutorial 01 : Mencoba fitur accelerometer

Menginstall Aplikasi buatan sendiri di iPod/iPhone

Bagi anda yang tertarik untuk mengembangkan program di platform IOS, Apple menyediakan beberapa macam alternatif untuk mendistribusikan aplikasi anda.  Saluran distribusi semuanya menuju ke iTunes App Store, kecuali untuk lisensi Enterprise (yang hanya disebarkan secara internal dalam suatu perusahaan).  Biaya paling murah untuk mengikuti developer program sebesar US$ 99 untuk setahun.  Bagi anda yang ingin mendistribusikan/menjual aplikasi anda melalui iTunes App Store, biaya segitu tentunya tidak berarti jika dibandingkan dengan kesempatan yang bisa anda dapatkan 🙂

Untuk saat ini saya belum mengikuti developer program karena belum berencana untuk menjual aplikasi ke iTunes App Store.  Selama ini saya mencoba aplikasi buatan saya dijalankan di emulator.  Tentunya tidak semua fungsi bisa dijalankan di emulator.  Misalnya saya tidak bisa mencoba membuat program yang memanfaatkan accelerometer.  Untuk sekedar mencoba aplikasi di device anda sendiri, anda bisa mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan di iPhone App minus app store?

Berikut adalah tampilan aplikasi saya (yCounter) saat dicoba dijalankan di device (iPod Touch 2G 8GB)

Aplikasi yCounter di iPod Touch

Pengukuhan Guru Besar untuk Ibu Titien Saraswati

Tadi pagi saya mengikuti acara pengukuhan guru besar (gelar profesor) untuk Prof. Ir. Titien Saraswati, M.Arch., Ph.D.  Beliau adalah salah satu dosen dari Fakultas Teknik Arsitektur dan Desain Universitas Kristen Duta Wacana.  Saya hadir karena baru kali ini berkesempatan untuk mengikuti sebuah acara pengukuhan guru besar.  Siapa tahu suatu saat nanti saya juga akan mengalami upacara pengukuhan yang sama 🙂 “aminnnn…”.

Berikut adalah foto-foto souvenir yang diberikan (saya tidak sempat mengambil foto saat acara karena tidak diperbolehkan oleh panitia).

Prof. Ir. Titien Saraswati, M.Arch., Ph.D.

Selamat untuk Ibu Prof. Titien.