Mencoba Unity pada Ubuntu 11.04

Hari ini anda sudah bisa mendownload Ubuntu 11.04 release version.  Saya sendiri sudah menginstallnya sejak beberapa hari yang lalu, dan baru sekarang ada waktu untuk mengutak-atiknya (ngoprek!).

Desktop Unity pada Ubuntu 11.04

Ubuntu 11.04 menggunakan desktop manager Unity, yang memiliki beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan desktop manager GNOME yang selama ini dipakai.  Satu hal yang cukup mengganggu adalah ukuran icon pada Launcher menurut saya terlalu besar.  Launcher adalah panel di sebelah kiri.  Mirip seperti dock pada Mac OS X.  Bagi anda yang berpikiran sama dengan saya, tenang, ada solusinya.  Anda harus menginstall aplikasi CompizConfig Settings Manager.  Untuk menginstallnya, jalankan aplikasi Terminal, lalu ketikkan perintah berikut:

sudo apt-get install compizconfig-settings-manager

Setelah terinstall, jalankan aplikasi tersebut (tekan tombol Windows/Super, lalu ketikkan ccsm, lalu <enter>).

Klik Desktop pada pilihan di sebelah kiri
Pilih Ubuntu Unity Plugin
Set Launcher Icon Size sesuai dengan keinginan anda

Ukuran minimal 32, sedangkan ukuran maksimalnya adalah 64.  Pada laptop saya yang layarnya berukuran 14″, ukuran 32 menurut saya sudah pas.

Link download Ubuntu 11.04 iso image

 

Advertisements

Ubuntu 11.04 Beta di Asus K40IN

Ubuntu 11.04 Natty Narwhal secara resmi baru akan dirilis 2 hari lagi, tapi seperti biasa saya sudah tidak sabar untuk mencobanya :).  Saya mendownload Ubuntu 11.04 Beta, lalu menginstallnya pada notebook Asus K40IN.  Proses instalasi seperti biasa, hanya saja pada Ubuntu 11.04 ini tidak perlu mengubah parameter booting untuk masuk ke setup-nya.  Instalasi juga sama seperti Ubuntu versi sebelumnya, tinggal Next, Next, Yes, Finish.

Saat pertama kali masuk ke desktop, Unity masih belum aktif.  Sepertinya karena driver VGA Nvidia belum terinstall. Anda dapat menginstall driver Nvidia dengan perintah

sudo apt-get install nvidia-current

Restart, lalu muncullah Unity.

Unity adalah desktop manager baru yang digunakan oleh Ubuntu 11.04 menggantikan Gnome 2.x yang sebelumnya digunakan di Ubuntu 10.10.  Saya sepertinya masih lebih menyukai Gnome 2.x dibandingkan Unity, tapi mungkin perlu sedikit penyesuaian sebelum saya bilang Unity lebih bagus dibanding Gnome 2.x 🙂

 

Learn Objective-C for Java Developers

Anda tertarik untuk mengembangkan aplikasi di platform iOS milik Apple?  Anda tertarik untuk membuat aplikasi yang berjalan di iPad, iPhone atau iPod Touch? Jika anda menjawab Ya, berarti sudah saatnya anda belajar bahasa pemrograman Objective-C. Bagi anda yang menguasai Java, prosesnya akan lebih mudah lagi.  Objective-C dan Java sama-sama merupakan bahasa pemrograman berorientasi obyek.  Ada beberapa perbedaan yang cukup mendasar antara Objective-C dan Java.  Saya merekomendasikan buku Learn Objective-C for Java Developers berikut:

Buku ini akan sangat membantu anda memahami Objective-C :).  Selamat membaca.

Pixelated Wallpaper

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan wallpaper Windows XP yang sudah pixelated, seperti gambar yang kena sensor (kotak-kotak) atau suatu gambar digital yang terus diperbesar.  Sepertinya mudah untuk mengubah gambar biasa menjadi pixelated.  Saya mencoba membuatnya dengan menggunakan C#.  Algoritma yang digunakan sederhana :

  • Bagi gambar menjadi kotak-kotak berukuran tertentu (misal 30 pixel)
  • Ambil warna pixel di tengah setiap kotak.
  • Ubah warna pixel di kotak tersebut sesuai dengan warna pixel di tengah masing-masing kotak.
  • Anda akan mendapatkan gambar yang pixelated.  Mudah sekali 🙂

Untuk lebih memudahkan anda yang ingin mencobanya, anda dapat mendownload program PixImages yang saya buat (membutuhkan .NET Framework 4.0).

Program ini masih memiliki kekurangan pada proses pixelation yang lambat, karena memanggil method SetPixel() yang lambat.  Alternatif untuk mempercepat proses secara signifikan dapat dilakukan dengan menggunakan LockBits dan unsafe code.  Tapi lain kali saja 🙂

Tes Koneksi Wifi Lantai 4 Gedung Agape

Hari ini prodi Teknik Informatika mengadakan rapat di lantai 4 gedung Agape.  Biasanya kami rapat di prodi TI, tepatnya di lantai 3 gedung Agape.  Kami rapat di ruang Vicon (singkatan dari Video Conference).  Ruangan ini selain digunakan untuk rapat, kuliah, juga digunakan sebagai sarana Video Conference.

Pada ruangan Vicon disediakan access point yang ternyata memiliki kecepatan yang berbeda jauh dengan kecepatan access point lainnya, yang ada di gedung Agape.  Saat dites kecepatan koneksi dengan aplikasi SpeedTest yang terinstall pada iPod Touch, ini hasil kecepatannya:

Mactracker: get info on any mac

Anda termasuk pecinta produk Apple? Punya banyak produk berlogo buah Apel yang sudah digigit (apel kroak)? Mungkin anda akan menyukai software Mactracker.  Aplikasi Mactracker dapat didownload dari Apple App Store atau download langsung dari websitenya.  Harganya gratis! 🙂

Seluruh produk Apple ada di sini !

Program ini juga menawarkan fasilitas untuk mengelola produk Apple yang anda miliki.  Hackintosh saya terdeteksi sebagai MacBookPro 15Inch, Late 2008.

Hackintosh Asus K40IN sebagai MBP 15' Late 2008

Ada juga Macintosh Lisa, yang dinamakan sesuai dengan nama putri Steve Jobs.  Lengkap dengan spesifikasinya !

Macintosh XL "Lisa"

Selain Mac, program ini juga memuat iPhone, AppleTV, iPad, iPod.  Seluruh produk Apple, lengkap dengan sejarah, spesifikasi dan keterangan-keterangan lainnya.  Mantap !

 

Indonesia termasuk ‘cerewet’ di Twitter

Saya mencoba salah satu demo kemampuan HTML5 yang dibuat oleh Mozilla (Firefox team), yaitu demo Globe Tweeter.  Globe Tweeter akan menampilkan tweet-tweet yang masuk dari seluruh penjuru dunia secara realtime, disertai dengan proyeksi gambar bola dunia yang dapat diputar-putar.  Kita juga dapat melihat isi tweet yang muncul.

Selain kemampuan HTML5 dan kemajuan teknologi web lainnya, saya juga melihat satu yang menarik dari demo Globe Tweeter.  Ternyata orang Indonesia termasuk jajaran atas pengguna Twitter, atau bisa dibilang termasuk ‘cerewet’ 🙂

Buktinya? Coba lihat statistik berikut (bisa dilihat juga di demo Globe Tweeter).  Pengambilan data dilakukan pada saat saya menulis artikel ini.

Kita dapat melihat isi tweet yang dibuat seperti berikut:

Di sebelah kanan terdapat statistik mengenai jumlah tweet yang terkirim, interval waktu pengambilan, seperti ini  :

Indonesia masuk dalam peringkat ketiga teraktif nge-Tweet di dunia.  Masih kalah jika dibandingkan dengan Amerika (USA) atau Brazil.  Bisa jadi Amerika (USA) menempati peringkat 1 karena sudah banyak sekali device yang terhubung ke Internet, sehingga jumlah orang yang menggunakan layanan web semakin besar.  Pengambilan data dalam waktu yang singkat mungkin tidak mewakili data keseluruhan.  Tapi jika dilihat sudah berkali-kali orang Indonesia sukses menembus Trending Topic Twitter, bisa jadi memang Indonesia termasuk salah satu negara yang cerewet di Twitter 🙂

Bagaimana menurut anda? setuju?