iAtkos L1 (Lion 10.7.1)

Anda yang pernah mencoba menginstall Hackintosh di PC (bukan Mac), tentunya pernah mendengar metode instalasi retail ataupun distro.  Untuk metode instalasi retail, menggunakan DVD Installer dari Apple tanpa dimodifikasi.  Sedangkan metode instalasi distro (seperti Kalyway, iAtkos, dan lain-lain) menggunakan installer yang sudah dimodifikasi.  Modifikasi di sini berupa penambahan koleksi driver, patch dan boot-loader.

Beberapa tulisan saya terdahulu sudah membahas mengenai instalasi Mac OS X Lion di laptop Asus K40IN.  Instalasi dilakukan dengan membuat USB Flashdisk installer, yang di dalamnya kita masukkan driver dan bootloader.  Sebenarnya langkah-langkah tersebut sama artinya dengan membuat distro Hackintosh sendiri.

Kabar baik bagi anda yang menunggu distro untuk menginstall Lion, karena uphuck sudah merilis iAtkos L1 (Mac OS X 10.7.1), yang keterangan lengkap dan link downloadnya dapat anda lihat di forumnya.

Untuk saat ini saya belum tertarik mencoba iAtkos L1 (selain belum juga mendownloadnya), karena menurut saya laptop Asus K40IN sedikit bermasalah di Lion, sedangkan saya sekarang menggunakan Mac OS X Snow Leopard 10.6.8 sudah stabil dan tidak pernah muncul masalah.

Bagi anda yang sudah mencoba, bagikan pengalaman anda di sini ya, 🙂

Advertisements

Mencoba Ubuntu 11.10 Beta 1 Oneiric Ocelot

Sebentar lagi Ubuntu akan merilis versi 11.10, tepatnya pada tanggal 13 Oktober 2011.  Saya berkesempatan mencoba 11.10 Beta 1.  Instalasi saya lakukan di virtual machine (VMWare Fusion) dengan alokasi memory 1 GB dan harddisk maksimal 40 GB.

Secara umum proses instalasi 11.10 tidak berubah dengan proses instalasi pada 11.04.  Anda yang sudah pernah menginstall Ubuntu sebelumnya, tidak akan kesulitan menginstall Oneiric Ocelot.

Proses instalasi beserta screenshot saya buat di Plurk! saya. Secara umum saya tidak melihat ada perubahan besar yang bisa menarik saya untuk kembali menggunakan Ubuntu.  Untuk saat ini, preferensi saya sudah berganti kepada ArchLinux, terutama karena sifatnya yang Rolling Release.

Facebook Timeline, bagus atau jelek ?

Salah satu fitur unggulan terbaru dari Facebook, Facebook Timeline.  Profile anda dan segala macam kegiatan anda di Facebook akan ditampilkan dalam bentuk timeline, lengkap dengan rincian tanggal, tahun dan bulan.

Facebook Timeline is cool!  Disajikan dengan sangat baik, sangat terasa makna dari kata “Timeline”, perjalanan hidup anda sendiri yang anda abadikan di Facebook.  Tapi tentunya tetap waspada dalam membagikan informasi pribadi anda di Facebook.

Fitur ini akan diaktifkan untuk semua pengguna Facebook pada tanggal 30 September 2011, tapi bila anda tidak sabar, anda juga bisa mengaktifkan Timeline.  Caranya silahkan baca di sini.

Bagaimana menurut anda?

Menangani Keyboard pada penggunaan UITextField

Dalam pembuatan aplikasi, kita akan sering menggunakan UITextField, untuk menerima input dari pengguna.  Input tersebut akan diketikkan oleh pengguna menggunakan keyboard yang akan muncul (touch screen keyboard).  Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah pada kasus di mana keyboard yang muncul malah menutupi UITextField yang akan diisi.  Seperti pada gambar di atas, jika pengguna akan mengisi bagian Email, maka keyboard akan muncul menutupi input Email tersebut.

Solusinya? Apple sendiri memberikan panduan yang cukup jelas, yaitu dengan melakukan scrolling view ke atas, menyesuaikan dari tinggi keyboard.  Referensi lebih lengkap mengenai hal ini dapat anda baca langsung pada dokumentasi Apple mengenai Keyboard Management. Continue reading Menangani Keyboard pada penggunaan UITextField

Automatic Reference Counting pada Objective-C

Saat mencoba Xcode 4.2 beta 7, saya melihat ada opsi Automatic Reference Counting saat membuat project baru untuk iOS.  Apa itu Automatic Reference Counting (ARC) ?  Penjelasannya secara lengkap dapat dilihat di situs LLVM.

Automatic Reference Counting implements automatic memory management for Objective-C objects and blocks, freeing the programmer from the need explicitly insert retains and releases. It does not provide a cycle collector; users must explicitly manage lifetime instead.

Sepertinya membuat program untuk iOS dengan Objective-C akan semakin mudah, karena memory management  adalah salah satu hal yang cukup merepotkan bagi yang belum terbiasa, apalagi yang terbiasa menggunakan Java.  Pada Java terdapat fitur Garbage Collector, di mana object-object yang sudah tidak digunakan atau tidak memiliki referensi akan dihapus secara otomatis.  Untuk Objective-C 2.0 memang terdapat fitur Garbage Collector (untuk desktop apps), sedangkan untuk iOS tidak ada fitur Garbage Collector.

Lalu apa bedanya ARC dengan Garbage Collector?  Jika membaca penjelasan pada situs LLVM tersebut, sepertinya ARC bekerja pada tahap kompilasi, di mana kompiler akan menyisipkan operasi management memory (seperti retain, release) pada bagian-bagian yang diperlukan.  Sedangkan Garbage Collector bekerja pada tahap runtime.  ARC di sini mirip seperti code assistant, yang pada saat kompilasi akan melengkapi code anda dengan bagian-bagian memory management.

Apakah kita masih perlu belajar memory management (reference counting)? Menurut saya masih perlu, untuk saat ini fitur ARC masih belum masuk ke release Xcode versi final, dan sepertinya hanya akan berjalan di iOS 5 saja.  Jadi untuk saat ini, apalagi jika anda mentargetkan aplikasi anda dijalankan di iOS 4, anda masih harus belajar memory management.  Lagipula pengetahuan akan memory management akan membuat anda menjadi programmer yang lebih baik 🙂

Salah satu sumber referensi yang singkat dan jelas untuk Reference Counting dapat anda baca di sini.

Mengganti Dock dan Icon Aplikasi dengan Theme Somatic

Bagi anda yang bosan dengan tampilan standar Dock dan icon aplikasi yang ada di Mac, anda bisa mencoba menggantinya dengan theme Somatic, yang bisa didownload di IconFactory.  Tema icon ini adalah cartoon, yang menampilkan mahluk-mahluk aneh dengan warna pastel yang menarik.  Untuk mengganti dock maupun icon, anda bisa menggunakan program CandyBar.

Jika anda kurang suka dengan Somatic, anda bisa mencoba theme lainnya, seperti Sticker Pack yang juga tidak kalah menarik.

Mencoba Windows Developer Preview (Windows 8)

Windows generasi berikutnya ini dapat anda download dari Windows Dev Center.  Anda bisa memilih untuk platform 32 bit atau platform 64 bit.  Saya mencoba versi 32 bit.  Ukuran downloadnya lumayan besar, sektiar 2.83 GB.

Saya mencoba menginstall di VMWare Fusion 4, dengan Mac OS X Snow Leopard sebagai host OS-nya.  Agar nyaman dalam menjalankan Windows 8, anda harus menyediakan sebuah komputer dengan spesifikasi minimum seperti ini:

  • Processor minimal 1 GHz
  • Harddisk 16 GB
  • RAM minimal 1 GB

Langkah-langkah instalasi dapat anda ikuti di salah satu Plurk! saya. Selain langkah-langkah, saya juga menyertakan gambar-gambar screenshot dari langkah-langkah instalasi.

Pendapat saya setelah mencoba beberapa jam: konsep Metro sangat menarik, sepertinya akan lebih menarik lagi bila dipasang pada tablet pc (touchscreen), walaupun Windows 8 masih nyaman bila digunakan pada komputer biasa (keyboard & mouse).