Buku biografi Steve Jobs

Saya sangat tertarik untuk membaca buku ini, apakah ada toko buku (di Indonesia) yang sudah menjual buku ini?

Advertisements

Free hotspot… eh ternyata..

Ok, harus diakui jika saya sedikit mengalami adiksi terhadap Internet.  Jika berada di tempat umum, saya biasanya akan merasa gembira jika tersedia layanan internet, apalagi jika gratis (baca: Free hotspot).  Hal ini disebabkan karena saya tidak memiliki gadget yang dapat mengakses internet melalui jalur data dari provider telekomunikasi.  Yang saya miliki hanya sebuah iPod Touch, sedangkan handphone saya, Nokia 1660 tidak memiliki kemampuan untuk mengakses internet.

Singkat cerita, saya mampir di salah satu pusat perbelanjaan di Jogja, terpampang spanduk besar bertuliskan Free Hotspot di food courtnya (saya lupa mengambil fotonya).  Dengan antusias saya langsung mengeluarkan iPod Touch (sambil menunggu pesanan makanan datang).  Memang ada satu access point aktif, tidak membutuhkan password.  Saya langsung mencoba access point tersebut, dan langsung terkoneksi.  Berikutnya saya mencoba membuka google.com, hasilnya mengecewakan, ternyata ditunggu lama sekali tidak terbuka sama sekali.

Mungkin banyak yang pakai, sehingga jadi lambat.  Tapi setelah saya lihat sekitar, tidak ada satupun yang membawa laptop/notebook/netbook maupun mengeluarkan smartphone.  Sebagian besar sibuk dengan keluarganya, hampir tidak ada yang mengeluarkan gadget.

Iseng saya coba buka alamat access point (kebetulan masih diset ke 192.168.1.1), ternyata diminta login.  Saya coba masukkan password default (bawaan dari pabrik), ternyata bisa masuk 🙂  Rupanya sang administrator ceroboh dengan tidak mengubah password dari router tersebut.  Saya coba lihat setting koneksi, eh, ternyata router tersebut memang tidak memiliki koneksi ke Internet 😦

Lha terus free hotspot itu?  Apa karena itu jadi tidak ada satu orang pun yang terlihat sedang menggunakan layanan itu?

Plurk Mobile sekarang memasang iklan

iklan pada Plurk Mobile

Beberapa bulan terakhir ini saya lebih sering menggunakan Plurk dibanding membuka Facebook.  Bagi anda yang belum tahu, Plurk semacam social networking yang memiliki tampilan unik dalam menampilkan update status yang kita buat, yaitu dalam bentuk timeline.  Plurk juga lebih ringan dibuka ketimbang Facebook (karena fiturnya tidak sebanyak facebook).

Selain membuka lewat browser di laptop/pc, saya juga kerap membuka plurk dengan menggunakan safari mobile pada iPod Touch saya.  Beberapa hari belakangan saya melihat ada yang berbeda pada plurk mobile, yaitu adanya iklan di bagian bawah, tepat di atas footer.  Rupanya Plurk sedang mencoba melakukan monetasi layanan mereka dengan memasang iklan pada Plurk mobile, sedangkan jika anda membuka plurk dengan web browser di laptop/pc untuk saat ini masih belum ada iklan.

Sebagai pengguna saya bisa memaklumi jika plurk menayangkan iklan, apalagi diletakkan pada tempat yang tidak mengganggu (ada yang teringat sebuah situs berita yang lebih banyak iklannya ketimbang beritanya?).  Pengelola Plurk tentunya butuh dana untuk infrastuktur dan sumber daya manusia mereka.  Toh layanan plurk dapat kita nikmati dengan gratis 🙂